Selasa, 19 April 2016

Kebenaran Yang Lain

 Demikianlah maka manusia ditempatkan pada kedudukan yang mulia oleh Tuhan, akan tetapi di era sekarang ini kenapa banyak sekali manusia berbuat yang tidak sesuai dengan etika dan susila kehidupan, banyak sekali kerusakan-kerusakan di dunia yang disebabkan oleh ulah manusia, apa ada yang salah dengan kepribadian manusia sekarang ini? Lalu di mana pribadi yang baik itu?.

Semua hal yang menyebabkan manusia mengalami perubahan dalam hidup ini, tidak lain karena dampak dari dunia yang sudah sedemikian majunya, kita tahu bahwa manusia tercipta dari dua hal yang keduanya sangatlah berbeda, yaitu jasmani yang di bentuk dari unsur duniawi sehingga apa yang ada di dunia ini sangatlah mempengaruhi perkembangan hidup dari jasmani manusia itu, sedangkan jiwa manusia tercipta dari Nur yang diciptakan langsung oleh Tuhan YME, oleh sebab itu karena kehidupan manusia ada dan berlangsung di dunia, maka kedekatan dengan dunia itu yang menyebabkan manusia kenal dan lebih dekat dengan keadaan dunia.

Karena sifat dari jasmani adalah duniawi maka yang mampu menangkap daya dari dunia adalah sisi jasmani dari manusia, sehingga menyebabkan tenggelamnya jiwa yang seharusnya menjadi panutan dari kelangsungan hidup manusia di dunia ini. Kita sering beranggapan bahwa dalam menyempurnakan dan melatih jiwa agar menjadi jiwa yang sempurna/kamil, adalah dengan cara melatih dan mengembangkan dari sifat jasmani secara terus menerus, dan bahkan pengertian kita tentang jiwa serta penyempurnaanya tidak pernah terpikir untuk mencari bagaimana cara untuk melakukannya.

Kita beranggapan bahwa jiwa tidak begitu penting, sehingga manusia kebanyakan melupakan dari sifat jiwa tersebut, dan banyak sekali manusia sampai dengan meninggalnya tidak mengetahui dan mengenal dari jiwanya sendiri, mungkin itu bukan karena kesalahan dari dirinya sendiri, karena kita tahu bahwa pengertian yang menjelaskan soal jiwa dan cara melatih/mengolah jiwa tersebut sangatlah terbatas, tidak banyak orang yang mampu menjelaskan mengenai jiwa tersebut. kita tahu banyak sekali orang yang mengajarkan tentang ilmu agama, baik di sekolahan maupun di tempat-tempat tertentu yang khusus dalam mengajarkan agama.

Namun tidak kita sadari bahwasanya kita hanya dikenalkan ilmu-ilmu agama dari sisi luarnya saja, kita dapat menerima itu dengan kepandaian akal fikir, dengan bersungguh-sungguh belajar dan mencermati apa saja yang diajarkan, jadi yang menerima apa yang di sebut dengan ilmu agama hanya sebatas pengertian untuk jasmani saja.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar